Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jepara Wasiyanto menjelaskan, target gabah yang bisa diserap oleh Bulog tahun ini optimistis bisa terpenuhi. Sebab dari 43 ribu hektare lebih lahan yang ditanami padi pada musim tanam (MT-II) ini, baru dipanen sebanyak 25.249 hektare atau sebanya 56,5 persen.“Masih ada banyak yang belum dipanen untuk MT-II ini. Hampir separuh yang belum dipanen. Kami tetap optimis kalau target bisa dipenuhi,” ujar Wasiyanto, Senin (20/6/2016).


Menurutnya, meski begitu, mengingatkan jika penyerapan gabah dari petani di panen MT-II akan lebih sulit. Sebab dari siklus yang ada, gabah pada MT-II harganya lebih mahal dari harga pada MT-I.“Saat panen MT-II, tengkulak mau membeli gabah petani lebih tinggi. Sedangkan dari Bulog patokan harganya Rp 3.700 dan tidak bisa diubah, sebab berdasarkan Inpress,” terangnya.


Seperti diberitakan, sedikitnya 2,5 persen gabah dari petani di Jepara ditolak Badan Urusan Logistik (Bulog). Gabah yang ditolak tersebut dinilai tidak sesuai dengan standar kualitas yang diterapkan oleh pemerintah.


“Ada standar ketat yang ada dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penyerapan Gabah dan Beras Petani. Hal itu membuat tak semua hasil panen petani Jepara yang akan dijual ke Bulog bisa diterima,” ujar Kepala Perum Bulog Sub Divre II Pati, Ahmad Kholisun.

Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler