Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

“Banyak daging sapi yang warnanya merah, sehingga nampak tidak sehat. Namun setelah diteliti lebih lanjut oleh dinas terkait, yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian dan Peternakan Jepara, ternyata daging hasil disimpan di dalam lemari pendingin. Sehingga, warnanya agak merah kusam, namun tak berbahaya meski memang tak segar,” kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Selasa (28/6/2016)


Pihaknya telah melakukan pemantauan di beberapa pasar di Kabupaten Jepara wilayah selatan, mulai dari Pasar Mayong - Kalinyamatan dan Pecangaan. Harga daging di beberap pasar itu, masih berkisar Rp 100 ribu.  Harga tersebut relatif sama dengan harga sebelumnya.  Sementara untuk daging kerbau justru harganya lebih tinggi dan mencapai Rp 114 ribu.  “Namun demikian, ketersediaan di pasaran aman dan barang tersedia dengan cukup,” katanya.


Sementara, untuk daging ayam ras di ketiga pasar yang dipantau tersebut, justru mengalami penurunan harga sebesar seribu rupiah. Jika sebelumnya harga mencapai  Rp 31 ribu, saat ini di ketiga pasar tersebut relatif sama, yaitu Rp 30 ribu per ekornya. Sementara untuk ayam kampung harga tetap Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu.


Demikian pula untuk harga kebutuhan pokok masyarakat, pada dasarnya relatif sama, karena tidak ada kenaikan yang signifikan serta keadaannya cukup tersedia hingga lebaran. “Ketersediaan dan stabilitas harga ini dapat dilihat dari laporan masuk perkembangan harga rata-rata kebutuhan pokok masyarakat dan komoditas strategis di Kabupaten Jepara yang dihimpun Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara,” terangnya.

Marzuqi sangat berharap, seluruh masyarakat diharapkan waspada, teliti dan hati-hati. Utamanya jika membeli barang ataupun makanan. “Lihat tanggal kedaluwarsanya maupun tanda-tanda lain yang mencurigakan. Intinya teliti sebelum membeli, karena menjelang hari raya biasanya ada oknum pedagang nakal yang sengaja menjual barang-barang atau makanan tersebut untuk keuntungan pribadi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler