Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kedua jembatan tersebut sebelumnya rusak dan harus dibongkar dan dibangun ulang agar dapat digunakan seperti semula.

Jembatan Serong yang menghubungkan RT 1/RW 2 dan RT 3/RW 3 ini bakal lebih lebar dari sebelumnya. Anggaran yang digelontor untuk membangun kembali jembatan yang sudah tidak layak itu sekitar Rp 2 miliar. Sedangkan jembatan Sumosari nantinya dibangun melalui beberapa kali penganggaran lantaran keterbatasan anggaran yang ada. Untuk saat ini jembatan Sumosari baru dialokasikan sekitar Rp 200 juta saja.

“Untuk jembatan Sumosari, di APBD Perubahan nanti akan dianggarkan lagi sekitar Rp 650 juta. Untuk tahap awal ini yang dibangun adalah struktur bawah, kalau struktur atas di anggaran APBD perubahan,” ujar Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Hartaya kepada MuriaNewsCom, Senin (8/8/2016).

Dari pantauan MuriaNewsCom, seluruh bahan material jembatan Serong sudah dirobohkan. Pembongkaran dilakukan belum lama ini. Alat berat sudah diturunkan. Penggalian untuk dasar jembatan sudah dimulai dari bagian barat. Selain itu juga dipasang jembatan darurat di pinggir bekas jembatan lama.

“Pengerjaan jembatan akan selesai akhir tahun. Awal 2017 jembatan baru sudah bisa digunakan. Pembangunan ini dilakukan karena jembatan sudah tidak layak dan beberapa pondasi sudah rapuh,” kata Hartaya.

Menurutnya, jembatan  Serong nantinya akan lebih lebar dari sebelumnya. Jika sebelumnya hanya  tiga meter nanti akan menjadi enam meter. Sementara panjangnya masih sama dengan sebelumnya, yaitu 20 meter.
”Jika sebelumnya pakai per tengah nanti tidak. Namun pakai pancang dan dua abudment (abutment adalah bangunan bawah jembatan yang terletak pada kedua ujung pilar-pilar jembatan, berfungsi sebagai pemikul seluruh beban hidup (angin, kendaraan, dll) dan mati (beban gelagar, dll) pada jembatan) di kanan dan  kiri,” katanya.Anggaran yang digunakan untuk jembatan Kali Serong berasal dari Anggaran Pendaparan dan Belanja Daerah 2016 sebesar Rp 2,4 miliar. Menurut dia, kontrak sudah ditanda tangani dan akan digarap hingga akhir Desember 2016.Sedangkan untuk jembatan Sumosari, dilakukan pemasangan abudmen. Posisi abudmen juga diatur sedemikian rupa, agar aliran air yang ada di sungai tersebut dapat tertata.“Saat ambrol, aliran air di bawah jembatan Sumosari kan tidak teratur. Air hanya mengalir di satu bagian saja. Itu nanti diatur agar aliran air bisa seimbang,” imbuhnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler