Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
“Alat-alat pertanian tradisional, seperti garu, lumpang, dan gilingan padi dipamerkan pada Festival Memeden Gadhu kali ini. Selain itu,kami juga melakukan tradisi arak-arakan hantu sawah keliling desa,” ungkap salah seorang panitia dalam Festival Memeden Gadhu,Waluyo, Senin (15/8/2016).
Hantu gadhu atau yang dikenal sebagai memeden gadhu dihidupkan kembali oleh masyarakatDesa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Mereka yang mayoritas adalah petani, mencoba menguri-uri budaya.
Baik sebagai petani pemilik lahan, maupun penggarap sawah.Itu sebagai bentuksyukur mereka atas hasil bumi yang sudah didapat selama setahun. Tentunya dengan harapan di musim yang akan datang dapat kembali panen melimpah
Masyarakat setempat menilai Memeden Gadhu adalah pengusir hama, burung pipit, paling jitu. Lebih lanjut, Waluyo mengatakan, di depan rumah-rumah warga juga diberi hantu sawah yang terbuat dari jerami. Tujuannya agar masyarakat tahu dan selalu ingat bahwa, peran memeden gadhu dalam menjaga produktivitas hasil panen sangat penting.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



