Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hewan yang mayoritas adalah jenis sapi, kerbau dan kambing tersebut diikutkan dalam acara manganan yang juga diisi dengan aksi joget bersama sinden. Acara itu merupakan rangkaian awal dari perayaan tradisi sedekah bumi.

“Ini bagian dari nazar saya. Dulu sapi yang saya pelihara sakit sekitar enam bulan, tetapi sebulan lalu berangsur membaik. Saat sakit pernah nazar kalau sapinya sembuh akan saya ajak nonton joget di punden ini,” kata Niam, warga Desa Lebak, kepada MuriaNewsCom, Senin (15/8/2016).

Pemilik sapi lainnya, Munir, mengatakan, tradisi nazar untuk dibawa ke Punden sudah menjadi tradisi turun temurun dari dulu. Tak hanya nazar, tetapi seolah menjadi kebiasaan warga setiap tahun ketika memiliki hewan sembuh dari penyakitnya, dibawa ke Punden.

“Sudah menjadi tradisi turun temurun kalau hewan sembuh dari sakit, ketika ada acara manganan seperti ini dibawa,” ungkapnya.
Benar saja, setelah acara awal berupa penampilan gamelan dan sinden serta jogetan. Hewan-hewan ternak yang sebelumnya telah datang disambangi oleh sesepuh desa. Dengan doa tertentu dan harapan dari pemilik hewan, sesepuh desa kemudian mengusap dan melempar bunga ke bagian tubuh hewan tersebut.Editor : Akrom Hazami  

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler