Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kabid Kependudukan pada Dindukcapil Jepara, Subangun, Jumat (19/8/2016), mengatakan, sampai saat ini ketersediaan blangko e-KTP sangat terbatas. “Ketersediaan blangko E-KTP, saat ini juga masih terbatas,” katanya kepada MuriaNewsCom.
Meski demikian, pelayanan pencetakan di Disdukcapil terus berjalan. Sebab, sebelum blangko habis, pihaknya langsung ke pusat untuk mengajukan blangko. "Saat ini juga kami melalui Kepala Dinas ke Jakarta untuk meminta blangko lagi karena sudah minim, " imbuhnya.
Sementara itu, layanan masyarakat berupa pencetakan e-KTP tidak bisa langsung jadi. Dindukcapil beralasan bahwa permintaan banyak sedangkan ketersediaan barang dan tenaga yang minim.
“Permohonan cetak e-KTP terus berlangsung setiap hari. Kondisi ini membuat warga yang mengajukan E-KTP tak bisa langsung mendapatkan pada hari itu juga, karena harus mengantre,” ujar Subangun.
Menurutnya, warga yang mengajukan cetak dan masih menunggu jumlahnya masih ribuan orang. Bahkan sampai saat ini, jumlah antrean mencapai 4.500 orang. Warga yang baru mengajukan cetak e-KTP tidak bisa langsung mendapatkan e-KTP. Karena proses pencetakan dilakukan urut.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



