Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Diketahui, atap lantai satu rusak karena dilindas truk, pada Selasa (23/8/2016). Atap yang terbuat dari bahan jenis besi tersebut terlindas truk yang hilang kendali dari lantai dua pasar itu.

Pengelola pasar Mayong, Rujito menjelaskan, kerusakan atap lantai satu yang ada di lantai dua tersebut akibat terlindas truk yang sebelumnya mengangkut pasir. Ketika itu, truk tersebut dalam kondisi tak bermuatan usai menaruh pasir untuk keperluan perbaikan lantai dua.

“Jadi truk itu mau putar balik. Saat mundur, ternyata menabrak pembatas kemudian kebablasan sampai di atap lantai satu. Karena tidak kuat menahan beratnya truk, jadi ambrol,” ujar Rujito kepada MuriaNewsCom, Rabu (24/8/2016).

Beruntung tidak ada korban dalam insiden tersebut. Atap yang jebol kini diberi pembatas berupa potongan bambu saja untuk memberi tanda jika atap untuk lantai satu itu rusak.

“Untuk perbaikan kerusakan tersebut, kami serahkan pihak terkait. Sebab, itu murni insiden kecelakaan dan harus bersedia bertanggung jawab,” katanya.

Salah satu pedagang di Pasar Mayong, Abdul Manan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi siang hari. Diduga karena sopir truk yang tidak tahu medan, kemudian lepas kendali akhirnya kebablasan sampai di atap lantai satu.“Atap yang jebol itu memang sebelumnya sudah dalam kondisi rusak, karatan. Jelas tidak kuat menahan berat truk itu, jadi jebol,” katanya.Ia menambahkan, selain atap yang sudah karatan, dinding pembatas juga kondisinya rapuh. Apalagi dinding tersebut hanya terbuat dari batu bata tanpa dibeton atau dicor.Editor : Akrom Hazami  

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler