Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menjelang pemberangkatan ke Kota Magelang, 28 penari menggelar latihan di kawasan Alun-alun Jepara, Jumat (26/8/2016). Mereka adalah para siswa yang telah dipilih untuk membawakan tarian Troso dalam acara tersebut.

“Ada 28 penari yang diambil dari 7 sekolah tingkat SMA dan dua sanggar tari di Kabupaten Jepara . Mereka telah melakukan latihan beberapa kali, dan ini juga dilakukan latihan menjelang pemberangkatan,” ujar Sekretaris Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara Robhi Shani kepada MuriaNewsCom, Jumat (26/8/2016).

Menurutnya, untuk persiapannya sendiri, baru dilakukan sepekan terakhir ini. Para penari bersama dengan beberapa komunitas seni Jepara yang mengiringi musik perkusi dipastikan sudah siap untuk tampil dihadapan ribuan warga Jateng di acara tersebut.

“Para penari yang masih berstatus sebagai pelajar ini diharapkan bisa memberikan kesempatan bagi mereka. Selain itu juga sebagai bentuk pembinaan kepada penari agar terus bisa mengembangkan bakatnya di bidang seni tari yang ada di Jepara,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tari Troso tersebut bisa menjadi tarian baku bagi Jepara. Karena selama ini di Jepara belum ada tarian baku. Melalui even HUT Jateng tersebut diharapkan menjadi ajang promosi dan pengenalan tari Troso tersebut.Sementara itu, koreografer Tari Troso Toni Haryo mengatakan, pihaknya memilih Tari Troso karena ingin menampilkan sisi lain dari Jepara yang selama ini terkenal dengan ukirannya. Karena Jepara memiliki banyak sekali potensi kebudayaan dan ciri khas yang bisa ditampilkan ke publik. Di antaranya adalah Tenun Troso Pecangaan. Untuk itu pihaknya mencoba untuk mengeksplorasi Tenun Troso lebih jauh dengan menciptakan sebuah tarian. Di dalam Tari Troso ini memperilhatkan bagaimana proses dalam pembuatan Tenun Troso dari awal hingga akhir."Kami mencoba mengembangkan tari kerakyatan dengan ciri khas Jepara dengan menggunakan alat- alat pembuatan Tenun Troso seperti ingan, lawe, dan skoci, seluruh penari nantinya juga akan mengenakan pakean dari bahan Tenun Troso," katanya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler