Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Heru mengatakan jika, tax amnesty yang diprogramkan pemerintah ini, adalah untuk menarik ketaatan dan ketertiban wajib pajak. ”Utamanya wajib pajak yang menyimpan uangnya di luar negeri,” ujarnya saat meresmikan Masjid Jami’ Darussalam Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Rabu (31/8/2016).

Menurut Heru, jika penerimaan pajak lancar, maka pembangunan akan lancar juga. Termasuk kemiskinan dapat teratasi, serta tidak perlu lagi utang ke luar negeri. ”Dengan demikian negara akan kuat, tidak banyak utang dan sejahtera. Dalam hal ini, Desa Teluk Wetan telah memberikan contoh yang baik,” terangnya.

Apresiasi Heru kepada Desa Teluk Wetan memang wajar. Warga di desa ini  mampu membuktikan keyakinan soal kokohnya budaya gotong royong. Sehingga warga bisa membangun masjid megah dengan hasil swadaya sendiri, senilai Rp 10,5 miliar.

Terkait hal ini, Heru mengatakan jika gotong royong dan persaudaraan tersebut diharapkan tidak hanya di tingkat desa saja. Tetapi harus dilakukan hingga tingkat nasional. ”Di Negara Indonesia ini, tidak ada yang tidak bisa dan tidak mungkin, jika dilakukan dengan gotong royong,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berharap keberadaan masjid di Desa Teluk Wetan itu, mampu memberikan semangat baru. Utamanya semangat meningkatkan kebersamaan dalam ibadah dan kemasyarakatan.Membangun masjid, menurut Marzuqi, memang tidak mudah dan susah. Tetapi lebih susah lagi untuk memakmurkannya. Untuk itu, dia berharap jangan sampai terjadi masjid yang megah itu menjadi tempat yang kurang bermanfaat.”Gunakanlah semaksimal mungkin untuk kepentingan umat, keagamaan, dan masyarakat. Seperti musyawarah dan pengajian, remaja dan perpustakaan, serta kegiatan positif lainnya,” katanya.Editor: Merie 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler