Alasan Psikis, Korban “Haji” Filipina Tidak Jadi Dikumpulkan di Pendapa Jepara
Murianews
Senin, 5 September 2016 19:15:11
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Bagian Kesra Setda Jepara, Lukito Sudi Asmara menjelaskan, para korban tersebut dipulangkan dari Jakarta pada Minggu (4/8/2016) sore, kemudian naik bus dan sampai di Semarang pada Senin (5/8/2016) pagi tadi. Selanjutnya mereka sampai di Wisma Perdamaian Semarang dan mulai pisah dan pulang ke rumah masing-masing.
“Tidak jadi ke pendapa kabupaten karena semuanya tidak bersedia. Ya kami maklumi karena alasan psikologis mereka selama di Filipina. Mereka pulang sendiri-sendiri dan dijemput pihak keluarga masing-masing,” ujar Lukito kepada MuriaNewsCom, Senin (5/9/2016).
Menurutnya, masih ada satu warga Jepara yang belum dapat dipulangkan karena masih dimintai keterangan di Filipina mengenai kasus tersebut. Status satu warga Jepara tersebut diketahui sampai saat ini menjadi saksi. Tanpa menyebut identitas satu warga Jepara yang belum dipulangkan tersebut, pihaknya berharap agar satu orang tersebut dapat segera dipulangkan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



