Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sugipah Zahro diketahui sebagai salah satu dari sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih ditahan di Filipina. Sugipah jadi saksi dalam kasus tersebut. Karena, Sugipah menjadi salah satu yang menyambungkan antara para korban di Jepara dengan pihak yang menyalurkan ke biro perjalanan haji melalui Filipina.

“Masih ada satu warga Jepara yang belum dipulangkan karena masih menjadi saksi pada kasus itu,” ujar Kepala Bagian Kesra Setda Jepara Lukito Sudi Asmara kepada MuriaNewsCom.

Seperti diberitakan, beberapa korban “haji” Filipina membayar sebesar Rp 120 juta untuk bisa berangkat haji. Berdasarkan kuitansi yang masih disimpan beberapa pihak keluarga korban, biaya tersebut ditujukan ke KBIH Fadlu Robbi.

Dari pantauan MuriaNewsCom, kantor KBIH Fadlu Robbi yang juga sekaligus kediaman pemiliknya, termasuk Sugipah Zahro nampak sepi. Tidak hanya kios dan kantor KBIH yang tutup, namun juga satu kios yang biasa buka dan menyediakan peralatan ibadah haji serta busana muslim juga tertutup. Banner bertuliskan KBIH Fadlu Robbi di depan juga telah dicopot.

Tidak tampak aktivitas apapun dari bangunan yang ada di Desa Kuwasen, RT 2 RW 1, Jalan Jepara-Bangsri Km 3 Jepara tersebut. Para tetangga juga tidak mengaku pasti keadaan keluarga pemilik KBIH tersebut.

“Setahu saya anaknya (Ahmad Muhyiddin Soheh, red) sudah pulang. Tetapi yang ibu atau istrinya pak Soheh belum pulang,” ujar salah seorang tetangga, Dewi kepada MuriaNewsCom.
Menurut Dewi, selama ini keluarga pemilik KBIH tersebut jarang berinteraksi dengan tetangga sekitar. Hanya, ia mengakui jika keluarga tersebut merupakan orang yang cukup dikenal karena Soheh sendiri merupakan salah satu tokoh agama di desa setempat.Joyo Persai, salah satu penjual sembako di dekat kantor KBIH Fadlu Robbi mengaku tidak mengetahui secara pasti masalah pemberangkatan jamaah calon haji melalui Filipina. Ia hanya mendengar dari omongan orang dan dari media mengenai kasus tersebut.“Kalau ada kaitannya dengan KBIH ini, saya tidak tahu. Ya setahu saya KBIH ini memberangkatkan jamaah haji setiap tahun,” ucapnya.Sementara itu, Kepala Desa Kuwasen, Mustoha mengatakan, selama ini keluarga Soheh cukup baik di mata masyarakat. Bahkan, karena Soheh menjadi salah satu tokoh agama, ketika diundang untuk mengikuti rapat kaitannya dengan pemerintah desa juga sering hadir.“Tapi kalau urusan KBIH itu kami sendiri tidak mengetahui seluk-beluknya. Setahu kami ya memang beliau (Soheh) memiliki KBIH. Itu dibuat sudah lama, lebih dari 10 tahun,” ungkapnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler