Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu seperti yang diakui oleh Saiful Anwar, salah satu petani sekaligus produsen kopi Tempur. Menurutnya,  selama dua tahun terakhir ini, kopi Tempur terus diburu para pecinta kopi dan kafe yang ada di Jepara, Kudus, Pati, Semarang, hingga Solo.

“Kekhasan kopi Tempur membuat banyak orang terutama pecinta kopi menyukainya. Pasarannya cukup bagus sejak dua tahun terakhir ini. Banyak orang asal luar daerah yang mencarinya,” kata Saiful, Jumat (9/9/2016).

Kopi Tempur yang saat ini ditanam di atas lahan seluas sekitar 450 hektare ini pasarannya cukup bagus meski masih sebatas dari satu per satu pembeli kalangan pecinta kopi. Soal harga, kopi Tempur masih cukup terjangkau dan sebanding dengan kualitas dan cita rasa yang dimiliki.

“Setelah disortir dan masih mentah saja harganya bisa mencapai Rp 45 ribuan. Untuk kopi bubuk tulen mampu dijual Rp 8.000/ 100 gram, kopi kapulaga Rp 8.000/100 gram, kopi fermentasi Rp 10.000/ 100 gram. Sedangkan kopi yang sudah disangrai per 300 gram harganya Rp 25 ribu dan kopi oce perkilo Rp 45.000,” paparnya.
Ia menyebut bangkitnya kopi Tempur ini membawa dampak positif terhadap kelestarian lingkungan. Mengingat kopi yang ditanam seluas 200 hektar di hutan lindung maupun hutan rakyat seluas 250 hektar membutuhkan lokasi yang teduh. Mau tidak mau para petani harus menjaga kelestarian hutan agar pohon-pohon tetap rimbun yang berdampak pada kualitas kopi saat dipanen.Sementara itu, salah satu penikmat kopi Nur Kholid mengatakan, Kopi Tempur memiliki cita rasa yang khas. Sehingga setiap ada waktu ia rela berkunjung ke Desa Tempur untuk mendapatkan bubuk kopi robusta Desa Tempur untuk diracik di rumah.“Saya selalu beli kopi Tempur terlebih jika ada pameran produk unggulan Jepara yang digelar di kota. Jika tidak ya kalau ada waktu luang harus rela jauh-jauh kesana,” katanya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler