Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN-APTRI) M Nur Khabsyin mengatakan, impor gula saat panen seperti saat ini, sangat merugikan petani. ”Karena mempengaruhi stok dan harga gula menjadi turun,” jelasnya.
Khabsyin mengatakan, saat ini lelang gula tani turun pada angka Rp 11 ribu per kilogram. Padahal, bulan lalu masih pada kisaran Rp 12 ribu per kilogram. ”Itu baru imbas dari impor white sugar sebesar 100 ribu ton. Belum ketambahan impor 267 ribu ton ini. Saya khawatir harga lelang gula tani akan terus merosot, karena stok juga bertambah. Apalagi saat ini puncak musim giling,” terangnya.
Harga lelang yang muncul saat ini, di mana hanya mencapai angka Rp 11 ribu saja, sudah mendekati biaya pokok produksi (BPP) yang mencapai Rp 10.600 per kilogramnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



