Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Keenam siswa itu terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus yang tengah menggelar patrol di wilayah Desa Ternadi, pada Kamis (15/9/2016). Enam orang siswa itu berasal dari sekolah yang sama.

Kasi Tibum dan Tibmas pada Satpol PP Kudus Sukrin Subiyanto mengatakan, keenam pelajar tersebut tertangkap basah membolos oleh petugasnya yang sedang razia di Ternadi.

Usai diamankan, enam siswa tersebut pasrah saat dibawa ke kantor Satpol PP Kudus. Hanya saja, dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, didapati hal mengejutkan yang dibawa siswa tersebut.

”Selain kaget karena mereka membolos, kami lebih kaget lagi saat memeriksa barang bawaan mereka. Ada sebotol miras berjenis ciu yang mereka bawa,” kata Sukrin, di kantor Satpol PP.

Usai didata nama, alamat, dan sekolahnya, mereka kemudian diberi pengarahan oleh petugas. Tidak hanya itu saja. Guru BK yang ada di sekolah, kemudian dipanggil untuk mengidentifikasi keenam siswa tersebut.”Kami ingin gurunya mengetahui bahwa anak-anak itu sudah berani membolos. Supaya diberi pengarahan. Kepada kami, siswa itu mengaku kapok dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” jelasnya.Namun Sukrin mengatakan, siswa yang terkena razia itu, tetap diwajibkan untuk membuat surat perjanjian. Di mana isinya menyebutkan jika, mereka tidak akan mengulangi perbuatannya membolos sekolah lagi. ”Apalagi sampai minum minuman keras,” tegasnya.Alasan kenapa mereka nekat membolos, menurut Sukrin, karena siswa itu iri dengan siswa sekolah lain, yang masih libur Idul Adha. Mereka juga ingin supaya liburnya lebih panjang. ”Katanya siswa lain masih pada libur, sementara mereka sudah masuk. Makanya pengen libur lagi. Namun itu bukan alasan. Karena kalau sudah saatnya sekolah, ya harus sekolah,” imbuhnya.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler