Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat disambangi ke kediamannya di Desa Tanjungkarang, RT 2/3, Kecamatan Jati, menantu korban bernama Roni, mengatakan jika pihaknya tidak tahu menahu saat kejadian ini berlangsung.

”Karena memang saya kan, tidak ada di rumah. Saya bersama istri saya, ada di Jekulo sana. Di rumah kami,” terangnya, didampingi salah seorang kerabatnya.

Roni membenarkan jika saat kejadian, mertuanya Suminah dan adik iparnya Yuliati yang menjadi korban itu, hanya tinggal berdua saja di rumah. Tidak ada siapa-siapa yang lain saat itu, yang membuatnya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. ”Kalau soal bagaimananya, terus terang saya tidak tahu,” katanya.

Dikatakan Roni, jika ingin mengetahui soal bagaimana kejadian dan siapa pelakunya, dipersilakan ke pihak kepolisian saja. Dia juga meminta kepada awak media, untuk tidak mendatangi ibu mertuanya yang masih dirawat intensif di RS Mardi Rahayu.

”Kenapa kami keberatan kalau ibu saya dijenguk, karena ibu saya itu belum mengetahui jika anaknya meninggal. Makanya kalau kemudian ada yang bertanya-tanya, nanti khawatirnya kami beliau shock. Jadi, tidak usah ditengok sajalah sampai stabil kondisinya,” tuturnya.Di sisi lain, Kapolsek Jati AKP Catur mengatakan jika kasus ini sudah dilimpahkan pihaknya ke Polres Kudus. ”Jadi, kalau mau wawancara atau tanya-tanya, hubungi saja kasatreskrim atau KBO Reskrim, ya. Sudah saya limpahkan ke sana,” katanya.Sebagaimana diketahui, istri dan anak Mitro, penjual lentog di kawasan Tanjung, mengalami penganiayaan hingga mengakibatkan anak perempuannya bernama Yuliati meninggal. Sedangkan istrinya, hingga Minggu (18/9/2016), harus dirawat intensif di RS Mardi Rahayu Kudus.Diduga pelakunya adalah Ahm, yang masih memiliki ikatan saudara dengan korban. Kejadian itu memang mengemparkan warga sekitar. Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait hal ini.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler