Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ilmu falak merupakan ilmu yang sangat penting bagi umat Islam, kerena berkaitan erat dengan proses ibadah serta hari-hari besar Islam. Seperti penentuan arah kiblat, waktu salat, penanggalan, dan masih banyak lagi.

Salah satu upaya pelestarian ilmu falak yang dilakukan FSH Unisnu adalah dengan rutin melakukan pengamatan awal bulan. Seperti yang dilaksanakan pada Sabtu (1/10/2016), dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah.

Fakultas Syari’ah dan Hukum Unisnu Jepara bekerjasama dengan Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, melakukan rukyah al-hilal untuk menentukan awal tahun Hijriyah 1438, di Pantai Tirto Samudro Bandengan.

Acara rukyah ini diikuti oleh mahasiswa Unisnu Jepara, mahasiswa IAIN Surakarta yang berjumlah 95 mahasiswa, serta dosen pembimbing untuk memberikan arahan.

Sebelum pengamatan, dilakukan pemaparan materi rukyah yang disampaikan Fadlali dan Syaiful Mujab, dosen ilmu falak STAIN Kudus. Dalam pemaparannya, Saiful Mujab menyebutkan bahwa ketinggian hilal (bulan sabit, red) di Jepara mencapai 3 derajat. ”Sehingga memungkinkan untuk dilakukannya rukyah,” katanya.

Pengamatan di Pantai Bandengan sendiri, dipilih karena selain pemandangan pantainya yang indah, tempat ini juga sesuai untuk dilakukan pengamatan hilal. Antusiasme peserta menjadi bertambah, karena cuaca sedang cerah dan matahari dapat terlihat dengan jelas.Hanya saja, optimisme mereka akan bisa melihat hilal dengan jelas, berujung pada kenyataan bahwa pada menit-menit tenggelamnya matahari langit sedikit berawan. Sehingga hilal tidak terlihat.Meskipun hilal tidak dapat terlihat, awal tahun masih dapat ditentukan. ”Karena menurut penghitungan, tinggi hilal sudah mencapai 3 derajat. Maka awal tahun akan tetap berlangsung pada Minggu (2/10/2016),” ungkap Syaiful Mujab.Ini bukan kali pertama Fakultas Syari’ah dan Hukum Unisnu menjadi rujukan untuk melakukan rukyah bersama perguruan tinggi lain. Sebelumnya juga ada mengadakan kegiatan serupa bersama STAIN Ponorogo.Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum Unisnu Mayadina Rahmi Musfiroh dalam sambutannya berharap, kerja sama dalam bidang astronomi seperti ini dapat terus berlangsung. ”Sehingga astronomi Islam dapat terus berkembang dengan baik,” imbuhnya.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler