Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kaus tersebut berwarna biru tua dan hitam, dengan gambar dan tulisan berwarna putih. Gambarnya berupa Tugu Kartini dengan mulut patung Kartini ditutupi kain, serta tulisan di bawah gambar tersebut berbunyi Jepara Mempesona Pabriknya!!!!.

Tidak hanya itu, di sisi belakang kaos bertuliskan Habis Tanah Terbitlah Pabrik. Kalimat itu merupakan pelesetan dari kalimat yang cukup terkenal dari pahlawan nasional RA Kartini yakni Habis Gelap Terbitlah Terang.

“Kaus ini dibuat cukup banyak. Ini merupakan ide dari para pegiat seni di Jepara. Ini bentuk keprihatinan kami yang melihat kondisi Jepara saat ini setelah ada banyak pabrik,” ujar  pegiat seni Jepara, Taufik didampingi Rhobi Shani kepada MuriaNewsCom, Kamis (6/10/2016).

Menurutnya, setelah berdiri sejumlah pabrik, terjadi pergeseran budaya dan sosial yang ada dalam masyarakat sekitar. Ia mencontohkan, sebelumnya ada batasan bagi perempuan saat keluar malam. Namun, setelah ada tempat kos karyawati, banyak dari mereka yang keluar malam.

“Terjadi pergeseran sosial di sini. Saat malam hari banyak ditemui perempuan bahkan di antaranya juga banyak yang berpakaian tidak sopan. Keluar malam hanya menggunakan baju tidur,” terangnya.Selain itu, dengan berdirinya banyak pabrik tersebut membuat lahan pertanian semakin berkurang. Tidak hanya lahan yang didirikan pabrik, tetapi lahan di sekitar pabrik juga berubah wajah dengan berdirinya sejumlah toko, perumahan dan tempat kos.“Belum lagi soal ancaman eksistensi ukir di Jepara. Selama ini Jepara dikenal sebagai Kota Ukir, tetapi regenasi pengukir semakin habis apalagi dengan berdirinya industri pabrik ini, semakin mengancam ukir di Jepara,” jelasnya.Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan aksi lanjutan. Namun ia enggan menyebutkan aksi lanjutan tersebut. Itu dilakukan agar menjadi perhatian serius bagi pejabat dan calon kepala daerah nantinya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler