Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ditemui di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD dr Loekmonohadi, Kudus, Minggu (9/10/2016), Mufiatun mengatakan jika kejadian pada Juni 2016 lalu itu, memang adalah kesalahannya.

”Malam itu, saya sedang nyetrika pakaian laundry-an. Karena kecapekan dan mengantuk sekali, saya ketiduran. Pakaian yang saya setrika terbakar. Makanya saya hanya bisa pasrah saja,” katanya lemah.

Melihat hal itu, sang majikan yang berinisial Ags, marah besar. Entah apa yang merasuki pikirannya, Mufiatun mengaku jika saat itu juga dirinya disetrika di bagian perut oleh majikannya tersebut.

Mufiatun mengaku bahwa kesehariannya dia memang bertugas untuk menyetrika pakaian-pakaian pelanggan dari usaha laundry milik majikannya. Itu dilakukan setiap hari, dan berlangsung selama tiga tahun terakhir ini. ”Saya sudah tiga tahun ikut bekerja di sana. Dan baru kali itu, ada kejadian tersebut, saya disetrika,” terangnya.
Sebenarnya ada dua pegawai yang dipekerjakan majikannya. Satunya adalah bernama Suparmi. Namun, Suparmi ini bekerja di lokasi laundry-an yang ada di sekitar GOR Wergu Wetan Kudus.Jika Mufiatun kebagian setrika, maka Suparmi bagian mencuci laundry-an yang masuk. Jadi, setelah ada pelanggan yang datang, kemudian Suparmi mencucinya di lokasi usaha. Jika sudah kering, baju-baju itu dibawa pulang untuk disetrika oleh Mufiatun. Begitu selama bertahun-tahun keduanya berbagai tugas.Usai kejadian tersebut, Mufiatun mengaku jika dirinya dibawa berobat ke dokter oleh sang majikan. Dia juga dibelikan obat dari apotek, untuk menyembuhkan lukanya tersebut. ”Setelah itu, diobati sendiri di rumah. Dibelikan obat dari apotek,” terangnya.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler