Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal ini disampaikan Amini, tetangga sebelah rumah yang disewa majikan Mufiatun, berinisial Ags. Pada Sabtu (8/10/2016) malam itu, Amini menjadi saksi bagaimana ngenesnya nasib Mufiatun.

Amini, yang ditemui di kediamannya Desa Jepang Pakis, RT 2/RW 1, Kecamatan Mejobo, menuturkan jika malam itu, sekitar pukul 22.00 WIB, dirinya dikejutkan dengan seseorang yang terlihat bersembunyi di salah satu sudut rumahnya.

”Saya kaget waktu mendapati ada seseorang yang sedang ndepes (sembunyi, red), di sudut kamar rumah saya. Waktu saya tanya, dia terlihat ketakutan. Sambil bilang ”nyuwun tulung, nyuwun tulung (minta tolong, red)”. Begitu terus bilangnya,” terangnya, Minggu (9/10/2016).

Kepada Amini, Mufiatun mengatakan jika dirinya minta tolong untuk bersembunyi sebentar di rumahnya. Dia akan pergi jika nanti majikannya sudah pergi. ”Dia bilang, mau pergi dari rumah saya, tapi menunggu majikannya pergi atau keluar rumah dulu,” katanya.

Mendapati kondisi Mufiatun yang tidak karu-karuan, Amini lantas berinisiatif untuk melaporkan hal itu kepada ketua rukun tetangga (RT) setempat. Usai menerima laporan, ketua RT bernama Sarmidi itu, lantas melapor ke ketua RW. Mereka kemudian bersama-sama pergi ke rumah Amini untuk mengecek keberadaan Mufiatun.
Dari sanalah para perangkat desa itu curiga dengan kondisi yang bersangkutan. Lantas diteleponlah kepala desa (kades) yang juga langsung datang ke lokasi. ”Kemudian, Mufiatun dan majikannya itu, dibawa pak kades ke balai desa. Di sana, mereka dipertemukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” paparnya.Amini mengaku kasihan melihat kondisi Mufiatun. Bahkan, saat berada di balai desa, warga kemudian membelikannya makanan, yang disantap lahap oleh Mufiatun. ”Seperti orang yang sudah lama tidak makan. Dia menghabiskan makanan yang kita belikan,” katanya.Usai pertemuan di balai desa, kepala desa lantas memanggil petugas kepolisian agar memeriksa lebih lanjut soal kondisi Mufiatun. Sementara majikan Mufiatun, yakni Ags dan Ang, dibawa ke kantor polisi, warga membawa pembantu itu ke RSUD dr Loekmono Hadi Kudus untuk diperiksa lebih lanjut.”Saya saja baru pulang jam 05.00 WIB tadi, setelah menjalani pemeriksaan di Polres Kudus. Ditanya seputar kejadian itu. Ya, saya jawab apa adanya,” katanya.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler