Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan bahwa saat ini pihaknya memang sedang menyelidiki kasus tersebut. Termasuk membenarkan jika memang ada laporan mengenai peristiwa tersebut. ”Kita memang menerima laporan itu. Dan sedang kita selidiki,” katanya, Minggu (9/10/2016).

Sebagaimana diberitakan, Mufiatun, (25), warga Dukuh Nglembur, Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, tukang laundry yang diduga disetrika majikannya sendiri. Kejadian itu berlangsung pada Juni 2016, namun baru diketahui saat yang bersangkutan melarikan diri dari rumah majikannya, di Desa Jepang Pakis, Kecamatan Mejobo, pada Sabtu (8/10/2016) malam.

Pihaknya akan meminta keterangan dari majikan Mufiatun, yakni Ags dan Ang, terkait dengan peristiwa itu. ”Jika kemudian ditemukan ada unsur penganiayaan, maka kita akan proses kasus ini selanjutnya. Yang jelas, kita sedang selidiki,” jelasnya.

Mufiatun sendiri menderita luka di bagian perut, akibat dari perbuatan majikannya yang menyetrika dirinya. Pada Juni 2016 itu, Mufiatu mengaku sangat kecapekan saat bekerja menyetrika baju-baju laundry. Dia tertidur, yang membuat baju pelanggan terbakar. Majikan laki-lakinya berinisial Ags, marah besar dan menyetrika perutnya.

Saat ini, Mufiatun masih dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Dia sampai di rumah sakit dengan diantarkan warga desa, pada pukul 23.55 WIB.

Menurut keterangan dokter jaga saat itu, dr Hikari Widodo, Mufiatun diketahui datang dalam kondisi lemah. ”Yang bersangkutan kondisinya lemah. Saat kita periksa, memang ada luka yang sudah kering di bagian perutnya,” katanya.Hikari mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah itu luka akibat terkena setrika atau tidak. Yang jelas, kondisi luka sebenarnya dalam kondisi kering. ”Sedangkan kondisi fisiknya lemah,” jelasnya.Terkait dengan kondisi tubuh Mufiatun yang terlihat gosong atau hitam di sana sini, Hikari mengaku belum bisa memastikan penyebabnya. Jika ingin tahu, maka harus diperiksa lebih intensif lagi.”Kalau yang hitam-hitam di tubuhnya itu, memang kita bisa melihatnya ya. Tapi kita tidak tahu karena apa. Harus diperiksa lagi. Yang jelas, kita tangani dulu kondisi fisiknya yang lemah. Supaya pulih dulu,” imbuhnya.Editor: Merie 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler