Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mufiatun yang masih dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus itu memang tidak menceritakan secara detail kenapa dia melarikan diri dari rumah majikannya, yang ada di Desa Jepang Pakis, Kecamatan Mejobo.

”Saya hanya sudah tidak tahan saja. Makanya saya lari dari rumah, dan pergi ke rumah tetangga. Sampai akhirnya dibawa ke rumah sakit ini,” katanya lemah, di ruang UGD RSUD dr Loekmonohadi.

Namun, cerita mengenai pelarian Mufiatun ini, datang dari Amini, tetangganya yang rumahnya menjadi tempat persembunyiannya. Menurut Amini, Mufiatun bercerita bahwa dia memanjat tembok belakang rumah sang majikan yang berinisial Ags dan Ang itu, pada Sabtu (8/10/2016) malam.

”Katanya, majikannya waktu itu mau mengantarkan Mufiatun ketemu sama pacarnya, yang orang Surabaya. Waktu itu, Mufiatun ini disuruh mandi. Tapi, sebenarnya Mufiatun takut untuk diajak pergi. Makanya, waktu tidak terlihat majikannya, dia nekat memanjat tembok belakang rumah dan kabur,” tuturnya.

Usai berhasil melompat tembok yang cukup tinggi itu, Mufiatun kemudian lari ke rumah Amini. Tidak diketahui bagaimana Mufiatun bisa masuk ke rumahnya, karena Amini mengaku sudah menemukannya bersembunyi di pojok ruangan rumahnya.

Tidak ingin persembunyiannya diketahui majikannya, Mufiatun meminta Amini untuk tidak memberitahukan hal itu kepada sang majikan. Dia berjanji akan pergi setelah majikannya meninggalkan rumah.Apa yang disampaikan Amini ini, juga disampaikan rekan kerja Mufiatun, yang juga bertempat tinggal satu rumah di sana, Suparmi. Menurutnya, malam itu sebenarnya majikannya berniat untuk mengajak Mufiatun pergi.”Tapi, tidak tahu kenapa dia (Mufiatun, red) tidak mau. Saya tidak tahu bagaimana caranya, dia sudah lari keluar rumah. Tahu-tahu saya didatangi pak polisi, disuruh menemani Mufiatun di rumah sakit ini,” terangnya.Suparmi bersama Mufiatun adalah karyawan dari pasangan majikannya itu. Suparmi lebih senior dari Mufiatun, karena sudah bekerja selama lima tahun di sana. Sedangkan Mufiatun, sudah tiga tahun ini ikut bekerja di sana.Setelah berhasil kabur, majikan dan pekerja itu dipertemukan di balai desa setempat. Perangkat desa mengkroscek keterangan Mufiatun dengan majikannya. Sampai akhirnya, perangkat desa mengontak pihak kepolisian, yang lantas membawa sang majikan untuk diinterogasi lebih lanjut.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler