Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kondisi itu menganggu semua karyawan yang datang untuk bekerja, pada Senin (11/10/2016). Mereka harus bersusah-payah melewati gundukan tanah yang melintang di akses masuk tepat di depan gerbang PT Bomin.

“Pagi-pagi kami ke Polres Jepara untuk meminta bantuan. Akhirnya sekitar pukul 09.00 WIB, petugas dari Polres Jepara bisa membantu membersihkan tanah dan batu yang ada di depan pintu gerbang,” ujar marketing PT Bomin, Kim Sookyun kepada MuriaNewsCom, Senin (11/10/2016).

Pihaknya tidak berani melakukan pembersihan batu dan tanah yang ada di depan perusahaan secara sendiri. Sebab, itu bukan menjadi wilayah dan tanggung jawabnya, sehingga harus melaporkan peristiwa itu ke pihak keamanan.

“Sebelum polisi datang, karyawan masuk ke perusahaan dengan susah payah. Setelah dibantu polisi membersihkan tanah dan batu itu, bisa berangsur normal. Tetapi, karyawan masih pada takut,” kata warga berkebangsaan Korea tersebut.
Sampai saat ini pihaknya masih belum bisa melakukan tindakan yang lebih. Yang hanya bisa dilakukan adalah melakukan pelaporan ke pihak-pihak terkait, seperti kemanan maupun ke pemerintah Kabupaten Jepara.“Karyawan yang bekerja di sini sekitar 1.900 orang. Semua karyawan harus dilindungi. Mereka harus bisa bekerja dengan baik dan nyaman,” katanya.Seperti diberitakan, PT Bomin tengah berhadapan dengan sekelompok warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pendosawalan (AMP). Mereka meminta agar PT Bomin bersedia memperbaiki akses jalan desa yang melintas di sekitar PT Bomin dengan cara dibeton. Jika tidak dilakukan, mereka akan menutup akses keluar masuk perusahaan dengan menguruk jalan yang ada tepat di depan pintu gerbang.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler