Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala UPT TPA Bandengan, Lulut Andi Ariyanto yang juga ditugaskan membangun dan mengelola TPA Karimunjawa menjelaskan, saat ini masih fokus pada pembuatan jalan untuk akses ke lokasi TPA yang terletak di Dukuh Alang-alang Desa/Kecamatan Karimunjawa. Untuk tempat pengolahan sampah sendiri saat ini tengah dibuat Detail Engineering Design (DED).

“Untuk anggaran tahun ini, memang difokuskan untuk membuat jalan akses masuk. Pengerjaan jalan sepanjang 235 meter dan lebar enam meter itu memerlukan waktu cukup lama sebab harus meratakan tanah. Lokasinya tak rata dan banyak tanjakan. Selain itu, perlu dibuat sanderan sebab di sisi kiri dan kanan jalan berbatasan dengan jurang dan tebing,” ujar Lulut kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pengerjaan tahun ini merupakan lanjutan dari pengerjaan tahun lalu. Tahun lalu yang sudah dikerjakan sekitar 150 meter. Sedangkan DED untuk area TPA yang memiliki luas satu hektare itu tahun ini sudah bisa dirampungkan.

“Sehingga anggaran dari pusat melalui Perencanaan Teknis dan Manajemen Persampahan (PTMP) Satker Provinsi Jateng bisa keluar awal tahun depan dan segera dibelanjakan. Khusus untuk tempat pengolahan sampah, anggaran yang diperlukan diprediksi mencapai Rp 10 miliar,” terangnya.Dengan luas area satu hektare itu, bisa dibuat tiga hingga empat tempat penimbunan sampah. Dari prakiraan, luasan area itu bisa menampung sampah warga dan wisatawan Karimunjawa selama lebih dari lima tahun.“Sampah di Karimunjawa didominasi jenis plastik. Baik plastik kemasan mapun botol minuman. Tapi kita belum melakukan penghitungan detail sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga maupun hotel dan homestay,” imbuhnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler