Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua MUI Jepara, Mashudi menilai banyaknya kasus dispensasi nikah bagi usia di bawah umur merupakan bentuk kemerosotan moral anak. Sebab, hampir semua kasus tersebut alasannya adalah telah hamil duluan.

“Sebagaimana data yang kami terima dari Pengadilan Agama Jepara, grafik untuk kasus dispensasi nikah itu meningkat setiap tahun. Kami merasa prihatin dengan kondisi ini,” ujar Mashudi kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya,kondisi itu sudah menjadi pembahasan baik dengan internal MUI Jepara maupun dalam berbagai forum diskusi. Seharusnya, kata dia, hal itu tidak terjadi ketika anak mendapat perhatian dan cara memberikan pendidikan dalam keluarga tepat.

“Seharusnya keluarga menjadi laboratorium pendidikan anak. Kemudian dalam mendidik, orang tua harus mengedepankan akhlakul karimah, kemudian juga melakukan pengawasan yang tepat,” katanya.
Misalnya, lanjut dia, orang tua harus selalu mengontrol isi handphone atau gadget yang dimiliki oleh anak. Harus dicek dan dipastikan bahwa anak mereka tidak bergaul dengan orang yang salah. Sebab, selama ini banyak ditemukan kasus dispensasi nikah terjadi akibat hamil dan sebelumnya juga akibat dari pergaulan bebas yang dimulai dari gawai.“Untuk mengatasi masalah ini dibutuhkan kerja sama semua pihak. Dari pemerintah juga harus melakukan langkah-langkah konkret. Kemudian dari pihak lain seperti pemilik warnet juga harus ikut membantu mengatasi masalah ini dengan cara tidak menyediakan konten pornografi dan pornoaksi,” terangnya.Khusus pihak MUI Jepara sendiri, pihaknya mengaku akan terus meningkatkan aktivitas dakwah yang berisi antisipasi terhadap pergaulan bebas bagi anak dan remaja.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler