Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara Ali Maftuh mengemukakan, setiap tahun ada banyak siswa yang putus sekolah. Alasannya bermacam-macam dan yang paling mendominasi adalah faktor ekonomi dan menikah di usia dini.

“Kalau angka pastinya untuk faktor menikah di usia dini kami tidak bisa mengetahui secara pasti. Sebab, sering saat ditanya jawabnya faktor lain, ternyata alasan sebenarnya menikah,” ujar Ali kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, data yang masuk dalam instansinya, sebagian besar siswa lulusan SMP yang tak melanjutkan sekolah lantaran memilih bekerja dan menikah. Untuk yang bekerja, mereka beralasan membantu orang tua maupun mencari uang untuk diri mereka sendiri.

“Kalau alasannya menikah itu sangat disayangkan. Mereka masih usia remaja, dan seharusnya bisa menikmati masa muda dan bersekolah hingga ke jenjang yang tinggi,” katanya.Ia juga mengemukakan, setiap tahun jumlah siswa lulusan SMP yang tak melanjutkan pendidikan bertambah. Tahun 2014 jumlah siswa lulusan SMP tak melanjutkan sekolah sekira 3.200 lebih. Tahun 2015 meningkat menjadi lebih dari 3.600 anak.“Tahun ini angkanya berapa belum tahu, karena baru sebagain sekolah yang memasukan data siswa ke dinas,” imbuhnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler