Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Letaknya ada di Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo atau di petak 62 RPH Temetes, BKPH Temanjang, KPH Randublatung. Lokasinya di tengah hutan jati.

Humas Perhutani KPH Randublatung  Harmanto menceritakan, sebutan Jati Denok mengacu kepada bentuk pohonnya yang besar di bagian bawahnya.

Jika diukur maka pohon ini paling tidak butuh sekitar delapan sampai sepuluh tangan orang dewasa untuk memeluknya baru bisa tersambung.

“Tingginya 30 meter dengan bagian pangkal pohon yang membesar, dengan usia sudah tiga abad atau sekitar 300 tahun,’’ ujarnya, Sabtu (3/10/2020).

Jati Denok lanjutnya, juga memiliki sejarah. Dari litelatur Perhutani, pohon ini terkait dengan sejarah di Kedung Putri di mana pohon jati tersebut konon diinjak oleh Jonggrang Prayungan sebagai tempat peristirahatan seorang bangsawan kerajaan ketika dia ingin melihat kecantikan Putri Citro Wati dari  Purwo Carito atau sekarang disebut Putri Gumeng.

“Karena kesaktian yang dimiliki Jonggrang Prayungan, pohon jati yang diinjaknya tidak kuat menahan beban dan akhirnya bagian bawah pohon tersebut tertekan dan membesar sehingga disebut jati denok,’’ kisahnya.

Kini seiring dengan berjalannya waktu, Jati Denok menjadi monumen jati yang tetap berdiri kokoh. Hingga kini pohon ini termasuk juga pohon yang dikeramatkan. Sebab beberapa upacara adat desa dilakukan di sini.Sementara itu, Hasan Yuwono, warga Temanjang, Desa Jatisari menambahkan, Jati Denok ini sangat sering didatangi warga. Apalagi akhir pekan pasti ada yang datang. Mereka ada yang pakai motor atau gowes.“Mereka datang untuk sekadar berfoto disini,’’ ujarnya.Pohon ini juga dipercaya memiliki keistimewaan. Sehingga pada tanggal sepuluh bulan Sura lalu Jati Denok banyak didatangi orang luar Blora. Kontributor: PriyoEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler