Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Administrstur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu, Mustopo, melalui Dodi Widya Buwana Junior, Manager Bisnis KPH Cepu mengatakan, pohon jati yang roboh ini berada di pinggir sungai di dalam hutan.

Karena abrasi, terjadi kikisan tanah yang menyebabkan jati roboh saat diterjang angin kencang.

"Sangat disayangkan dengan robohnya jati yang berada di hutan lindung ini. Ambruknya pohon jati ini karena berada di pinggiran sungai, karena pohon jati tidak mempunyai akar tunggang dan hanya akar serabut, jadi pohon jati ini gampang ambruk ketika akarnya terkikis air hujan," kata Dodi, Sabtu (14/11/2020)

[caption id="attachment_200530" align="aligncenter" width="880"] Petugas berfoto di pohon jati berusia ratusan tahun di Blora yang tumbang. (MURIANEWS/Priyo)[/caption]

Menurut ny, pohon jati ini roboh sekitar bulan Mei lalu, karena masih menunggu izin untuk memindahkannya, sehingga petugas masih membiarkan pohon jati tersebut berada di lokasi.

"Kami masih menunggu izin angkut, karena lokasi pohon tersebut berada pada hutan lindung. Dan pohon jati tersebut tidak bisa dijual belikan, namun jika suatu saat nanti digunakan untuk kepentingan Perhutani bisa digunakan untuk menjadi ikon daerah," ucapnya.

Baca: Pohon Ini Namanya Denok, Jati Raksasa di Blora yang Usianya Tiga Abad
Baca: Pohon Ini Namanya Denok, Jati Raksasa di Blora yang Usianya Tiga AbadJika dijual, lanjut Dodi, pohon jati yang roboh tersebut memiliki taksiran harga sekitar RP 2 miliar."Tinggi total mencapai 50 meter akarnya saja ini mencapai diameter tiga meteran," ujarnya.Rencananya pohon tersebut akan di jadikan ikon yang berlokasi di rest area barat Brogh Brosot, yang berlokasi di jalan raya Blora - Cepu Desa Sambong.Sekedar diketahui jati dari Blora kualitasnya sangat bagus, bahkan sekitar 13 tahun lalu ada pohon jati dari Blora yang laku hingga Rp 1 miliar. Kontributor: PriyoEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler