Ada Guru Reaktif Rapid Test, Tiga SMP di Blora Batal Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Nathan
Senin, 16 November 2020 12:39:10
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Penyebabnya, ada sejumlah guru di tiga sekolah itu yang reaktif saat menjalani rapid test. Tiga sekolah itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan Blora Hendi Purnomo yakni SMP 2 Jiken, SMP 3 Cepu, dan SMP 1 Bogorejo.
Rencananya ada 27 sekolah yang dibuka untuk pembelajaran tatap muka mulai hari ini setelah mendapat izin dari bupati Blora. Namun untuk tiga sekolah itu, belum bisa dilaksanakan.
"Rapid test (guru) sudah semua. Guru ada yang reaktif terus dilanjutkan dengan swab. Yang reaktif kami tunda dulu (pembelajaran tatap muka) untuk evaluasi dulu. Ditunda dulu sampai bapak ibu guru benar-benar sehat," katanya.
Pihaknya berharap, mulai dibukanya pembelajaran tatap muka untuk 24 sekolah bisa berjalan lancar. Apalagi, sebelumnya sudah ada delapan sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Blora yang telah melakukan simulasi pembelajaran tatap muka.
Delapan sekolah tersebut adalah SMP 2 Tunjungan, SMP 2 Kedungtuban, SMP 1 Menden, dan SMP 1 Todanan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



