Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Target sebanyak itu, nantinya juga dibarengi dengan persiapan infrastruktur protokol kesehatan hingga jam pembelajaran.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Endang Rukmiati mengatakan, saat ini sudah ada 36 sekolah jenjang SD dan SMP yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Sementara, untuk jumlah keseluruhan sekolah di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan Blora yakni ada sebanyak 674 SD dan 152 SMP.

"Rencana kami bertahap. Belum bisa buka serentak. Kami masih mendata kondisi wilayah masing-masing," ujar Endang, Senin (30/11/2020).

Menurutnya, salah satu syarat sekolah yang akan membuka pembelajaran tatap muka yakni setiap guru harus menjalani rapid test. "Kalau hasilnya reaktif, maka harus menjalani tes usap sampai hasilnya dinyatakan negatif," ucapnya.

Menurutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak mewajibkan sekolah kembali menerapkan pembelajaran tatap muka secara menyeluruh. Hanya saja sekolah yang telah siap yang dibolehkan.

Kata Endang, sejauh ini sudah ada sejumlah sekolah di bawah naungannya yang telah menggelar tatap muka, maka pihaknya berani menarget awal tahun akan ada 50 persen dari jumlah sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka.
Kata Endang, sejauh ini sudah ada sejumlah sekolah di bawah naungannya yang telah menggelar tatap muka, maka pihaknya berani menarget awal tahun akan ada 50 persen dari jumlah sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka.Di antar sekolah yang sudah menggelar tatap muka yakni SMPN 2 Blora.  Kepala SMPN 2 Blora Suyitno mengatakan, dalam pembelajaran tatap muka setiap meja dilengkapi dengan sekat pelindung.Memang, katanya, anggaran cukup besar. Tapi perlindungan terhadap siswa baginya adalah yang utama. "Pakai dana BOS kan boleh untuk itu, yang penting siswa terlindungi," katanya.Bagi sekolah yang telah menggelar tatap muka, siswa diatur ketat. Misalnya dari siswa tidak boleh naik kendaraan umum, pemberian jeda masuk tiap tingkatan kelas, hingga tiadanya jam istirahat. Kontributor: PriyoEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler