Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Benda-benda pusaka ini sengaja dikeluarkan untuk dijamas, sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-271 Kabupaten Blora. Acara jamasan kali ini dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Prosesi jamasan kali ini diserahkan kepada Yayasan Mahameru dengan menggandeng sejumlah komunitas.

Usai doa bersama dan tumpengan, benda-benda pusaka milik Kabupaten Blora dikeluarkan dari dalam rumah dinas Bupati dan dibawa ke lapangan tenis untuk prosesi jamasan.

Selain Keris Kyai Bisma, benda pusaka lainnya yang dijamas adalah Keris Kyai Segara Madu, dan beberapa keris lainnya, serta tombak. Semuanya dijamas satu per satu dengan air bunga, jeruk nipis, dan banyu warangan (cairan khusus untuk mencuci pusaka logam).

[caption id="attachment_201558" align="aligncenter" width="1024"] Proses jamasan keris pusaka milik Kabupaten Blora. (MURIANEWS/Priyo)[/caption]

Ketua Yayasan Mahameru Gatot Pranoto menyampaikan jamasan ini merupakan bentuk perawatan rutin setiap tahun agar tidak terjadi oksidasi.

“Jadi ini perawatan rutin setiap tahun. Dari sisi teknis itu perawatan logam agar tidak terjadi oksidasi,” katanya, Selasa (1/12/2020).

Sehingga menurut dia, masyarakat tak perlu memaknai aktivitas ini dengan hal-hal yang berbau mistik. Melainkan sebagai upaya untuk melestarikan dan menjaga benda cagar budaya.
Sehingga menurut dia, masyarakat tak perlu memaknai aktivitas ini dengan hal-hal yang berbau mistik. Melainkan sebagai upaya untuk melestarikan dan menjaga benda cagar budaya.Prosesi jamasan diperlukan warangan yakni sejenis bahan kimia yang terdapat di toko bahan kimia. Fungsinya menurut dia, berguna membersihkan permukaan besi tosan aji (pusaka) dari karat, sekaligus untuk lebih mempertajam pamor benda pusaka itu sendiri.Sesudah dipoles dengan warangan, guratan estetis batu meteor atau pamor dan inti baja pada benda pusaka akan menjadi tampak jelas dan terlihat kontras. Hingga mudah dibaca dan dipahami apa arti pamor benda pusaka tersebut.Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Blora Solichan Mochtarmengatakan, agenda jamasan pusaka ini sebagai bentuk pelestarian seni budaya yang ada di Kabupaten Blora.Prosesi jamasan pusaka, menurut dia, sama seperti di tahun sebelumnya. Hanya saja yang membedakan kali ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan sederhana sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora ke-271.“Jamasan pusaka sudah menjadi tradisi setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap benda-benda pusaka peninggalan leluhur agar tetap terawat dan terjaga keasliannya. Meski di tengah pendemi, tetap eksis dilaksanakan,” terangnya. Kontributor: PriyoEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler