Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kirab kali ini tak jauh beda pada kirab pada tahun sebelumnya hanya saja kirab tahun ini tidak semua pejabat dan para camat yang ikut, karena dilakukan protokol kesehatan ketat.

Kirab pusaka sendiri dilepas dan diikuti langsung oleh Bupati Djoko Nugroho, sembari berdoa untuk kemajuan dan keselamatan Kabupaten Blora.

Berawal dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Kirab Pusaka diberangkatkan tepat pukul 00.00 WIB, mengelilingi pusat pemerintahan Kabupaten Blora sejauh kurang lebih dua kilometer.

[caption id="attachment_201624" align="aligncenter" width="880"] Peserta kirab pusaka Kabupaten Blora melakukan laku bisu atau tak berbicara selama kirab. (MURIANEWS/Priyo)[/caption]

Adapun petugas pembawa pusaka Keris Kyai Bisma adalah Sekda Komang Gede Irawadi. Sedangkan pembawa pusaka lainnya adalah dari Peguyuban Pandemen Tosan Aji Toya Padasan. Diikuti para paraga dan pengombyong kirab lainnya yang memakai pakaian adat Jawa (beskap krowok).

“Intisari dari pelaksanan Hari Jadi Kabupaten Blora ada dua, yaitu ziarah ke makam-makam bupati kita dan yang satunya adalah yang kita laksanakan hari ini, yaitu kirab pusaka,” kata Bupati Djoko Nugroho.

Bupati menambahkan, bahwa hari ini, Hari Jadi Kabupaten Blora ke-271 dilaksanakan sangat sederhana. Hanya tirakatan dan doa, karena saat ini sedang pandemi dan sedang melaksanakan Pilkada.“Ini semua kita laksankan untuk menjaga suasana hati kita. Satu lagi nanti yang kita laksanakan adalah syukuran, Jumat depan, juga sangat sederhana, bukan malam hari, tapi siang hari,” tambahnya.Kabid Kebudayaan Dinporabudpar Solichan Mochtar menjelaskan, ada ketentuan yang harus ditaati oleh peserta kirab pusaka. Yakni dilarang berbicara selama perjalanan sesuai rute yang ditentukan.“Selama perjalanan tidak boleh bicara dan harus khidmat dengan memanjatkan doa kepada Tuhan agar Kabupaten Blora serta warga masayarakat diberikan keselamatan, dijauhkan dari bencana,” ujarnya. Kontributor: PriyoEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler