Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
"Sesuai hasil rapat, untuk wilayah eks-Karesidenan Pati hanya di Kudus saja (yang menerapkan)," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora Henny Indriyanti, Selasa (22/12/2020).
Henny mengatakan, meski posisi Blora berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur, tidak menjadi wilayah yang harus menjalankan kebijakan tersebut.
Dipilihnya Kudus, kata Henny, karena menjadi daerah sasaran pemudik. "Karena Kudus menjadi wilayah sasaran pemudik. Sedangkan Blora tidak," katanya.
Meski begitu, lanjut Henny, pihaknya masih membutuhkan rapid test kit antigeni untuk skrining Covid-19 di daerahnya.
Saat ini pasokan yang tersisa sangat terbatas. Sebelumnya pihaknya mendapat jatah kuota rapid test kit antigen dari pemerintah provinsi sebanyak 500 buah. "Saat ini hanya tinggal sekitar 300 buah saja," ucapnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



