Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blora -  Desa Perantaan, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora menjadi lokasi Center of Excellent (CoE) Riset Pengembangan Inovasi Kolaboratif (RPIK) Padi Lahan Sawah Tadah Hujan (LSTH) pertama kali di Indonesia, Kamis (7/4/2021).

Tanam perdana ini dilakukan oleh Balitbangtan Kementerian Pertanian (Kementan) yang dihadiri Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Priatna Sasmita dan  Bupati Blora Arief Rohman.

Priatna Sasmita mengatakan dalam CoE ini pihakanaya berharap, teknologi dan inovasi yang telah dihasilkan dapat dikembangkan secara masif. "Hilirisasi akan dapat berjalan dengan baik apabila ada berkolaborasi dengan pemerintah daerah," katanya.

Ia menyebut, untuk pengembangan kawasan berskala luas yang berkelanjutan akan dilakukan pembinaan penangkar benih berbasis korporasi dan peningkatan kapasitas petani dan penyuluh.

"Rincian kegiatan CoE terdiri atas perbanyakan benih, display VUB, sistem tanam, pengendalian hama penyakit, pengolahan tanah, nutrisi hara, pengelolaan air, model sistem usahatani, dan kaji terap," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Arief Rohman menyampaikan terimakasih terkait teknologi padi di lahan tadah hujan yang dilakukan oleh Kementan yang memilih Blora menjadi area percontohan."Kita ketahui Blora ini merupakan daerah tadah hujan, dengan teknologi ini kita harapkan nanti berhasil dipraktekan sehingga bisa diterapkan tidak hanya di Blora namun bisa diterapkan di daerah lainnya," kata Arief.Untuk diketahui, uji coba padi di lahan tadah hujan ini merupakan kali pertama yang dilakukan Balitbangtan di Indonesia dan memilih Kabupaten Blora dengan luas lahan 10 hektare. Kontributor: PriyoEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler