Tolak Premanisme di Blora, Komunitas Aksi Cinta Damai Gelar Aksi di Mapolres Blora
Nathan
Kamis, 20 Mei 2021 15:24:02
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Blora - Kelompok masyarakat yang tergabung Komunitas Aksi Cinta Damai Kabupaten Blora menggelar aksi tolak premanisme di beberapa tempat di Blora, Kamis, (20/05/2021). Dimulai dari Alun-Alun Blora, peserta aksi menuju ke Mapolres Blora.
Dengan pengawalan dan pengamanan petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP kegiatan berjalan tertib, sesuai protokol kesehatan dan tidak menimbulkan kemacetan.
Dalam aksi damainya Komunitas Aksi Cinta Damai Kabupaten Blora menyatakan menolak terhadap aksi premanisme di Kabupaten Blora dan mendukung aparat penegak untuk menindak tegas terhadap pelaku premanisme.
Agus Jumantoro, Koordinator Aksi mengatakan, peserta dari aksi tolak premanisme hari ini adalah perwakilan pedagang serta perwakilan perajin akar jati dan tukang ukir. Selain menyampaikan dukungan kepada aparat penegak hukum, dalam aksi tersebut juga disampaikan beberapa tuntutan.
Yaitu mendukung Satreskrim Polres Blora agar segera menangkap salah satu pelaku tindak pidana premanisme di Pasar Jepon yang belum tertangkap. Kemudian mereka juga menuntut agar petugas mengusut tuntas aksi premanisme hingga ke akar-akarnya.
"Kami mohon agar kasus aksi premanisme di Blora diusut tuntas," kata Agus Jumantoro.
Selain itu salah satu peserta Aksi Yuli Abdul Hakim juga menyampaikan adanya intimidasi menjurus aksi premanisme yang dilakukan kepada peerajin akar jati dan juga tukang ukir di Kabupaten Blora oleh oknum salah satu ormas di Blora yang meresahkan warga.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Aksi tolak premanisme yang digelar di Mapolres Blora. (MURIANEWS/Kontributor Blora)[/caption]
MURIANEWS, Blora - Kelompok masyarakat yang tergabung Komunitas Aksi Cinta Damai Kabupaten Blora menggelar aksi tolak premanisme di beberapa tempat di Blora, Kamis, (20/05/2021). Dimulai dari Alun-Alun Blora, peserta aksi menuju ke Mapolres Blora.
Dengan pengawalan dan pengamanan petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP kegiatan berjalan tertib, sesuai protokol kesehatan dan tidak menimbulkan kemacetan.
Dalam aksi damainya Komunitas Aksi Cinta Damai Kabupaten Blora menyatakan menolak terhadap aksi premanisme di Kabupaten Blora dan mendukung aparat penegak untuk menindak tegas terhadap pelaku premanisme.
Agus Jumantoro, Koordinator Aksi mengatakan, peserta dari aksi tolak premanisme hari ini adalah perwakilan pedagang serta perwakilan perajin akar jati dan tukang ukir. Selain menyampaikan dukungan kepada aparat penegak hukum, dalam aksi tersebut juga disampaikan beberapa tuntutan.
Yaitu mendukung Satreskrim Polres Blora agar segera menangkap salah satu pelaku tindak pidana premanisme di Pasar Jepon yang belum tertangkap. Kemudian mereka juga menuntut agar petugas mengusut tuntas aksi premanisme hingga ke akar-akarnya.
"Kami mohon agar kasus aksi premanisme di Blora diusut tuntas," kata Agus Jumantoro.
Selain itu salah satu peserta Aksi Yuli Abdul Hakim juga menyampaikan adanya intimidasi menjurus aksi premanisme yang dilakukan kepada peerajin akar jati dan juga tukang ukir di Kabupaten Blora oleh oknum salah satu ormas di Blora yang meresahkan warga.
Baca: