Permintaan Peti Mati di Blora Meroket Seiring Meningkatnya Kasus Corona
Nathan
Selasa, 22 Juni 2021 12:43:42
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Blora – Pembuat peti mati di Kabupaten Blora kebanjiran pesanan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini terjadi seiring peningkatan kasus corona di kabupaten ini.
Permintaan peti matipun meroket tajam. Seperti yang diakui salah satu produsen peti mati di Blora, Soesanto Raharjo (70).
Ia mengatakan, dalam sehari ia bisa mendapatkan pesanan peti mati hingga sepuluh buah. Padahal sebelumnya hanya dua hingga empat buah saja sehari.
"Mulai seminggunan ini bertambah, kemarin saja delapan peti dalam sehari, sekarang saya diminta menyediakan sepuluh peti," katanya, Selasa (22/6/2021).
Dengan banyaknya pesanan ini, pekerjanya pun harus bekerja lembur. Bahkan permintaan peti mati kali ini menurutnya jauh lebih tinggi, dibanding saat kali pertama pandemi mendera.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Produsen peti mati di Blora tengah memeriksa peti mati sebelum dikirim ke pemesan. (MURIANEWS/Kontributor Blora)[/caption]
MURIANEWS, Blora – Pembuat peti mati di Kabupaten Blora kebanjiran pesanan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini terjadi seiring peningkatan kasus corona di kabupaten ini.
Permintaan peti matipun meroket tajam. Seperti yang diakui salah satu produsen peti mati di Blora, Soesanto Raharjo (70).
Ia mengatakan, dalam sehari ia bisa mendapatkan pesanan peti mati hingga sepuluh buah. Padahal sebelumnya hanya dua hingga empat buah saja sehari.
"Mulai seminggunan ini bertambah, kemarin saja delapan peti dalam sehari, sekarang saya diminta menyediakan sepuluh peti," katanya, Selasa (22/6/2021).
Dengan banyaknya pesanan ini, pekerjanya pun harus bekerja lembur. Bahkan permintaan peti mati kali ini menurutnya jauh lebih tinggi, dibanding saat kali pertama pandemi mendera.
"Satu tahun lalu waktu pertama ada Covid-19 itu tidak seperti ini. Permintaan peti tahun ini meningkat drastis. Ini katanya pegawai RSU untuk pasien covid yang meninggal, " jelasnya.
Padahal peti mati miliknya ini khusus dipesan untuk jenasah pasien Covid-19 yang ada di RSU dr Soetidjono Blora. Belum termasuk pasien corona yang meninggal di rumah sakit lain dan puskesmas, sehingga kebutuhan peti mati di Blora akhir-akhir ini meningkat tajam.
Meski mendapatkan keuntungan dari pendemi pihaknya berharap penyebaran virus corona dapat ditekan. Sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali normal.
Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha