Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Blora – Petani cabai di Kabupaten Blora saat ini tengah prihatin, karena harga jual cabai terjun bebas. Alhasil, hasil panen tak cukup untuk menutup biaya tanam. Mereka pun rugi.
Ketika Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Jumat (3/9/2021) mengunjungi petani dan membali cabai di Desa Purworejo, Blora, kesempatan itu digunakan untuk curhat.
Sukirno salah satu petani mengatakan, saat ini harga jual cabai di tingkat petani hanya Rp 6 ribu. ”Itu jauh sekali di bawah harga (Break Event Point) BEP atau titik impas kita,” ujarnya.
Menurutnya, untuk menutup biaya produksi setidaknya harga jual minimal haruis Rp 14 ribu per kilogram. Pihaknya berharap agar pemerintah dapat mencarikan solusi agar ada jaminan harga.
“Kami berharap pemerintah mencarikan solusi, supaya jaminan harga untuk cabai ada. Bisa berkaitan dengan provinsi lain atau kabupaten lain yang kurang bisa distok dari kita” tambah ujarnya.
Dihadapan para petani, Wabup mendengarkan kendala yang dihadapi para petani terkait harga dan pasar.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Wabup Blora membeli cabai dari petani. (MURIANEWS/Kontributor Blora)[/caption]
MURIANEWS, Blora – Petani cabai di Kabupaten Blora saat ini tengah prihatin, karena harga jual cabai terjun bebas. Alhasil, hasil panen tak cukup untuk menutup biaya tanam. Mereka pun rugi.
Ketika Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Jumat (3/9/2021) mengunjungi petani dan membali cabai di Desa Purworejo, Blora, kesempatan itu digunakan untuk curhat.
Sukirno salah satu petani mengatakan, saat ini harga jual cabai di tingkat petani hanya Rp 6 ribu. ”Itu jauh sekali di bawah harga (Break Event Point) BEP atau titik impas kita,” ujarnya.
Menurutnya, untuk menutup biaya produksi setidaknya harga jual minimal haruis Rp 14 ribu per kilogram. Pihaknya berharap agar pemerintah dapat mencarikan solusi agar ada jaminan harga.
“Kami berharap pemerintah mencarikan solusi, supaya jaminan harga untuk cabai ada. Bisa berkaitan dengan provinsi lain atau kabupaten lain yang kurang bisa distok dari kita” tambah ujarnya.
Dihadapan para petani, Wabup mendengarkan kendala yang dihadapi para petani terkait harga dan pasar.
Baca: