Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ya, kata-kata itu banyak terucap dalam even Central Java Fashion Batik dan Tenun Festival 2018 tersebut. Perhelatan yang merupakan bagian dari Festival Kartini 2018 di Alun-alun Jepara ini diyakini juga mampu menggenjot sektor pariwisata, ekonomi dan juga  menjaga eksistensi kearifan lokal.

Tak hanya pentas saja, acara tersebut juga memperebutkan trophy gubernur Jateng dan  diikuti 75 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jateng. Batik-batik yang cantik dan tenun-tenun tersebut membuat banyak orang takjub.

Sri Hartati (50), salah seorang penonton mengaku terpesona dengan keindahan batik dan tenun yang ditampilkan tiap peserta. Menurutnya, selama ini tidak mengetahui bahwa ternyata tiap kabupaten memiliki batik ataupun tenun yang memiliki corak yang berbeda-beda.

"Saya baru tahu ini kalau ternyata tiap kabupaten di Jawa Tengah ini memiliki batik sendiri-sendiri dan motifnya sangat cantik dan elegan. Acara ini memang harus sering diselenggarakan agar semua masyarakat mampu mengenali potensi daerahnya sendiri," ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Basuki Wijayanto mengatakan, salah satu prioritas pembangunan di Kota Ukir adalah sektor pariwisata. Perpaduan industri kreatif dan pariwisata sangat diperlukan.

Gelaran Central Java Fashion Batik dan Tenun Festival 2018, menurut Basuki merupakan bagian dari upaya menggenjot dua sektor tersebut.

"Manfaat kegiatan ini beragam. Selain hiburan, juga sekaligus sarana mengembangkan kreativitas dan mengenalkan seni budaya serta kearifan lokal yang ada di Jepara maupun daerah lain di Jateng," kata Basuki.Basuki berharap kegiatan ini juga mampu mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga seni budaya dan kearifan lokal. Jangan sampai sesuatu yang khas dari daerah diklaim oleh pihak lain. "Masyarakat Jepara harus bersama-sama menjadi penjaga," pintanya.Panitia Central Java Fashion Batik dan Tenun Festival 2018, Hadi Priyanto mengatakan pihaknya mewajibkan peserta mengenakan tenun dan batik khas daerah masing-masing. Langkah ini diharapkan berkorelasi membangkitkan sektor ekonomi di masing-masing daerah."Kegiatan ini bukan hanya menampilkan kecantikan tapi mendidik anak-anak memiliki kreativitas, keberanian, percaya diri dan lain sebagainya," jelas Ketua Yayasan Kartini Indonesia ini.Menurut Hadi, kegiatan ini juga menegaskan jika pagelaran fashion tidak lagi hanya digelar di Semarang, Solo dan kota besar lainnya. Sebab daerah lain juga memiliki potensi dan modal yang besar untuk dijadikan lokasi perhelatan bergensi."Jepara memiliki tenun troso dan batik dengan coraknya sendiri. Masyarakat arus tau itu sehingga lebih mencintai daerahnya dan produk dari daerah sendiri," jelasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler