Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun petugas pemadam kebakaran Kabupaten Jepara sempat kesulitan hingga enam jam untuk dapat memadamkan api tersebut.

Kepala Pemadam Kebakaran Jepara Surono mengaku kebakaran tersebut diduga akibat konsleting listrik. Kejadian berawal sekitar pukul 00.00 WIB, tiba-tiba api sudah menjalar. Karena gudang tersebut berisi meubel kayu api sudah tidak dapat dikendalikan saat penjaga gudang mengetahuinya.

"Untuk saat ini, kebakaran diduga akibat konsleting listrik. Karena seluruh gudang berisi kayu kering untuk meubel, sehingga petugas sedikit kesulitan untuk memadamkanya, namun seluruh petugas pemadam berusaha dengan keras sehingga butuh waktu 6 jam untuk dapat memadamkan seluruh api," jelasnya.

Sementara itu, Agus pemilik meubel Tropical Salvage mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah dikabari oleh penjaga malamnya. Dia mengaku akibat peristiwa itu kerugian mencapai Rp 1 milyar."Pastinya saya belum tau tapi dari meubel yang ada didalamnya senilai Rp 1 milyar lebih," katanya.Hingga saat ini kejadian tersebut masih diselidiki oleh pihak Satreskrim Polres Jepara.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler