Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebelum dimulai, Bupati Jepara beserta seluruh unsur Forkopinda dan warga dijamu tarian kolosal bertajuk "Laskar Jepara" di halaman Pendapa Jepara. Tarian tersebut mengisahkan perjuangan Ratu Kalinyamat, ikut membantu mengusir penjajah Portugis. 

"Tarian kolosal tersebut mengisahkan perjuangan Ratu Kalinyamat dalam usahanya ikut menumpas penjajah Portugis. Nah intinya, disitu kan beliau meninggal, disitulah tradisi buka luwur (penggantian tutup makam) dilestarikan hingga kini. Kirab tersebut sebagai penanda dalam mengawali prosesi buka luwur" kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Deni Hendarko. 

Ia menjelaskan kirab itu diikuti perwakilan dari 16 Kecamatan yang ada di Jepara. Ia menambahkan, jumlah pasukan yang mengikuti kirab disesuaikan dengan umur kabupaten tersebut. 
Setelah lebih kurang 60 menit perjalanan menuju Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan Jepara, rombongan kirab sampai ditempat Jepara. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyerahkan luwur Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadirin ke pemerintah desa setempat. Sebelum proses pergantian dilakukan, terlebih dahulu para unsur forkopinda melakukan doa bersama di Masjid Mantingan.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler