Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal itu dikatakan oleh CEO Persijap Esti Puji Lestari. Menurutnya, kehadiran dokter cukup krusial untuk memantau perkembangan gizi pemain.
"Selama ini ada pro dan kontra di kalangan pemain mengenai makanan yang baik itu seperti apa, makanan mengenyangkan seperti apa. Anak-anak belum terbiasa dengan makanan sehat, jus dan sayuran termasuk makanan yang jarang disentuh. Maka dari itu, daripada saya yang menjelaskan silakan tanya ke ahlinya saja," ucapnya Selasa (25/4/2017).
Di samping itu, belum tersedianya dokter khusus kesehatan olahraga menjadi kendala tersendiri. Selama ini Esti mengatakan, telah mendatangkan dokter untuk timnya. Namun dirinya mengeluhkan, beberapa dokter yang dipinang manajemen untuk menjadi tenaga tetap di Persijap mengatakan tidak sanggup.
"Kalau sport medicall, kita tidak tahu untuk di Jepara. Namun kita sudah menggaet dokter yang kini juga menjadi manajer untuk tim Persijap Junior saat ini,saya juga sering berkonsultasi. Cuma di Jepara ini saya dengar tidak tahu benar atau salah namun untuk puskesmas dan rumah sakit masih kekurangan orang. Saya sudah melamar beberapa dokter tapi mereka bilang tak sanggup bila harus full (di Persijap)," imbuhnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



