Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal itu dikatakan seorang pedagang ayam potong di Pasar Jepara Satu (Ratu), Denok Ernawati (33). Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan menjelang bulan suci harga komoditas ayam potong tersebut meroket.
"Biasanya pada bulan Ruwah (penanggalan Jawa) memang banyak acara kenduri, sehingga permintaan daging ayam juga bertambah. Hal itu otomatis memengaruhi stok. Banyak stok yang dikeluarkan, sehingga yang ada tinggal kecil-kecil," tuturnya, Rabu (26/4/2017).
Ia merinci, harga ayam potong terbagi menjadi beberapa variasi harga. Ayam pejantan semula harga Rp 45 ribu menjadi Rp 50 ribu, ayam potong dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu. Sementara ayam potong jenis Jawa naik dari harga Rp 55 ribu menjadi Rp 60 ribu, sedangkan jenis petelur dari Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu.
Denok mengatakan, kemungkinan harga tersebut masih bisa naik. Hal itu didasarkan pengalamannya tahun lalu. Ketika mendekati Ramadan, harga ayam naik sepuluh ribu rupiah dari harga semula.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



