Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu diungkapkan oleh Manajer PT PLN Area Kudus Didi Rahmad, saat roadhshow Humas PT PLN Area Kudus, di Jepara, Kamis (27/4/2017). 

"Progresnya sekarang baru tahap konstruksi, targetnya penyelesaian pada pertengahan 2019. Maka dari itu kami mengharap bantuan dari seluruh elemen baik dari masyarakat maupun unsur Forkopinda agar hal itu bisa terwujud," ujarnya. 

Ia mengatakan, ketika pembangkit tersebut telah selesai dibangun maka akan berkontribusi listrik sebesar 4400 MW untuk Jawa-Sumatera. Guna menyalurkan daya tersebut, PLN akan membangun tower di 81 titik, di wilayah Jepara. 

Dirinya menyebut, untuk proses pembebasan lahan telah mencapai 75 persen. Sementara sisa 25 persen masih dalam pembahasan dengan pihak terkait. "Maka dari itu kami butuh dukungan dari semua elemen, karena ketika listrik ketika sudah diproduksi maka harus tersalurkan. Oleh karenanya katakanlah ada wilayah yang dilewati tower dengan perhitungan sesuai akan kita ganti," jelasnya. Sementara itu, terkait ajang Roadshow Humas Didi menyampaikan acara tersebut untuk menyosialisasikan berbagai hal terkait kebijakan dan produk PT PLN. Hal itu dibenarkan oleh Humas PT PLN Persero Area Kudus Muhdam. Menurutnya, selain di rayon Jepara, acara serupa juga digelar pada rayon yang ada di eks Karisedenan Pati.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler