Di Usia Renta, Mbah Mastofah Tetap Semangat Tekuni Bisnis Kerajinan Impes
Padhang Pranoto
Sabtu, 6 Mei 2017 14:30:01
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ditemui di rumahnya Dukuh Nganjun, Desa Purwogondo, Kalinyamatan ia tengah menyelesaikan ribuan pesanan impes, Sabtu (6/5/2017). Dengan hati-hati sekali, ia menyatukan bagian-bagian impes menggunakan lem.
Kepada MuriaNewsCom, ia bercerita tentang pekerjaannya itu. "Iki penggehanku kawit enom kae, kawit bojoku isih urip. De'e gawe aku melu gawe kanggo nyetori bakul (Ini pekerjaan saya sedari muda, ketika suami masih hidup. Dia membuat aku ikut membantu untuk menyuplai para pedagang)," ucapnya.
Dirinya menuturkan, pembuatan impes memang sulit, pada mulanya. Hal itu terkait pembentukan kertas dan penyambungannya yang masih sangat manual. Di samping itu, membutuhkan kesabaran yang ekstra.
Kini dengan usianya yang renta, ia tak sanggup lagi membeli bahan baku pembuatan impes seorang diri. Beruntung, cucunya mau membantunya untuk membeli kertas di Kudus.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



