Cerita Masa Kecil Syifa, Putri Muslimah 2017 Asal Jepara
Padhang Pranoto
Selasa, 9 Mei 2017 17:00:47
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
"Bagaimana tidak, wong dia dari desa seperti ini bisa meraih prestasi sebagai Putri Muslimah 2017. Saya sampai tak bisa menahan tangis waktu menonton acaranya di televisi," kata Maseroh, budhe (bibi) dari Syifa, di tempatnya mengajar, SDN I Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Selasa (9/5/2017).
Sambil mengusap air mata yang menggenang di matanya, Maseroh bercerita mengenai masa kecil keponakannya itu. Menurutnya sejak kecil Syifa menyenangi dunia modelling. Meskipun demikian, lulusan MTs Banat itu tak melupakan jalan agama yang diajarkan oleh orang tuanya.
Begitu lulus dari jenjang SMP, putri pasangan almarhum Sulam dan Masriyati, masuk ke SMAN I Pecangaan. Karena jarak dan banyaknya kegiatan, dirinya akhirnya mondhok pada sebuah pesantren, yang berada di dekat sekolahannya.
Baca juga : Dinobatkan Sebagai Putri Muslimah 2017, Gadis Desa Asal Jepara Ini jadi Buah Bibir
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



