Suporters PSS Sleman dan Persijap Bentrok, 3 Motor Dibakar
Padhang Pranoto
Kamis, 18 Mei 2017 14:21:40
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kronologi bermula saat suporter tamu hendak pulang menuju Sleman. Namun di tengah jalan mereka dihadang oleh sekelompok orang yang diduga pendukung dari tim Persijap. Meskipun mendapat kawalan dari aparat kepolisian, massa penghadang tidak berkurang malah bertambah.
Massa lantas mulai bertindak di luar kontrol, karena melempari rombongan suporter tamu dengan benda keras dan kembang api. Alhasil tindakan pun diambil aparat dengan menembakan gas air mata.
Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menjelaskan, selain ketidakpuasan akan hasil yang diperoleh tim Laskar Kalinyamat yang kalah 0-1 dari Sleman. Penghadangan dan penyerangan diduga terpicu adanya gambar hoax (palsu) yang tersebar di media sosial.
"Beredar gambar dan berita palsu jika suporter Persijap dikeroyok oleh suporter Sleman. Padahal hal itu tidak benar, karena kejadiannya memang tidak ada. Hal itu kian membuat panas. Kalau penyebab awalnya jelas karena ketidakpuasan dengan hasil pertandingan," jelas Yudianto, dalam keterangan pers Kamis (18/5/2017).
[caption id="attachment_116173" align="aligncenter" width="565"]
Petugas pemadam kebakaran sedang membersihkan sisa kericuhan antarsuporter Rabu malam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)[/caption]Penghadangan sendiri terjadi di sekitar Kecamatan Kalinyamat, tepatnya di Jl Jepara-Kudus KM 17, pada pukul 22.30 WIB. Saat itu, massa juga merusak bus bernopol AA 1490 BC, yang dikira mengangkut pendukung Sleman. Namun ternyata, sasaran tersebut tidak tepat, karena bus tersebut merupakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pemain ISP Purworejo Junior, yang juga berlaga di Jepara.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



