Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kronologi bermula saat suporter tamu hendak pulang menuju Sleman. Namun di tengah jalan mereka dihadang oleh sekelompok orang yang diduga pendukung dari tim Persijap. Meskipun mendapat kawalan dari aparat kepolisian, massa penghadang tidak berkurang malah bertambah. 

Massa lantas mulai bertindak di luar kontrol, karena melempari rombongan suporter tamu dengan benda keras dan kembang api. Alhasil tindakan pun diambil aparat dengan menembakan gas air mata. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menjelaskan, selain ketidakpuasan akan hasil yang diperoleh tim Laskar Kalinyamat yang kalah 0-1 dari Sleman. Penghadangan dan penyerangan diduga terpicu adanya gambar hoax (palsu) yang tersebar di media sosial.

"Beredar gambar dan berita palsu jika suporter Persijap dikeroyok oleh suporter Sleman. Padahal hal itu tidak benar, karena kejadiannya memang tidak ada. Hal itu kian membuat panas. Kalau penyebab awalnya jelas karena ketidakpuasan dengan hasil pertandingan," jelas Yudianto, dalam keterangan pers Kamis (18/5/2017). 

[caption id="attachment_116173" align="aligncenter" width="565"] Petugas pemadam kebakaran sedang membersihkan sisa kericuhan antarsuporter Rabu malam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)[/caption]

Penghadangan sendiri terjadi di sekitar Kecamatan Kalinyamat, tepatnya di Jl Jepara-Kudus KM 17, pada pukul 22.30 WIB. Saat itu, massa juga merusak bus bernopol AA 1490 BC, yang dikira mengangkut pendukung Sleman. Namun ternyata, sasaran tersebut tidak tepat, karena bus tersebut merupakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pemain ISP Purworejo Junior, yang juga berlaga di Jepara. 
Di samping itu, penghadangan juga terjadi di Perempatan Mayong. Karena terdesak, suporter PSS Sleman sempat keluar untuk mengadakan perlawanan terhadap pendukung Jepara.Guna memecah konsentrasi massa, Polres Jepara pun meminta bantuan Polres Kudus dan Demak. Di samping itu, Brimob dari Polda Jawa Tengah pun ikut turun dalam proses pengamanan tersebut. Pukul 03.00 WIB, pendukung dari Sleman baru bisa keluar dari wilayah Kabupaten Jepara. Mereka melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta, via Boyolali. Berdasarkan data kepolisian, ada tiga motor yang dibakar oleh massa saat berada di perempatan Pasar Mayong. Yakni Yamaha Mio, Honda Scoopy bernomor polisi K 6257 JV dan Honda Scoopy bernomor polisi K 3318 QC. "Ada 13 orang yang diproses lebih lanjut. Mereka diamankan di Mapolres Jepara," tambah Kapolres Jepara.Editor : Kholistiono 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler