Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu dikatakan oleh Kabid Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Dinsospermades Jepara Suharsana, Senin (22/5/2017). Menurutnya, usaha BUMDes tak hanya terikat pada satu jenis usaha yang kini ditekuni banyak desa di Jepara, yakni simpan pinjam. 

"Ada peluang yang sebenarnya bisa dilirik untuk jenis usaha baru BUMDes. Yakni dengan bekerja sama dengan Perum Bulog untuk penyerapan padi dari petani ke Bulog. BUMDes bisa mengambil peluang untuk menjadi tengkulak, bisa juga menyediakan tempat pengeringan atau gabah," tuturnya. 

Ia menyatakan, kerja sama itu dinilai sangat menguntungkan. Sebab harga komoditas dari Bulog lebih murah. Di samping itu, Dinsospermades juga mengajak serta pemerintah desa untuk melakukan studi banding ke beberapa BUMDes yang telah sukses. Di antaranya ke Blitar, ataupun menengok pengembangan usaha pariwisata di Ponggok Klaten. Terkait pendanaan, pihaknya mengaku bisa memanfaatkan gelontoran dana yang diperoleh dari Dana Desa maupun ADD. Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler