Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu disampaikan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. Menurutnya, ia telah menerima keluhan tersebut."Kami sudah menerima laporannya. Kebijakan tersebut bukan dari kami, melainkan dari atasan. Menindaklanjuti hal itu, kami akan segera melaporkannya ke pimpinan kami," janji Kapolres Jepara.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Pulau Nyamuk mengeluh karena dalam kurun sebulan terakhir mereka dilarang menumpang kapal niaga bila ingin menuju Ibu Kota Jepara. Jika nekat, mereka pasti akan dirazia oleh pihak Polair yang ada di sekitar Pulau Panjang.

Kepolisian mengimbau warga dari tempat tersebut, menggunakan kapal khusus penumpang yang tersedia di Pulau Karimunjawa.

"Padahal, biaya untuk menuju Pulau Karimunjawa ke Jepara dari Pulau Nyamuk dan sebaliknya membutuhkan biaya tak sedikit, sekitar Rp 700 ribu. Sedangkan bila menumpang kapal dagang hanya Rp 50 ribu. Warga kami kan tak semua berpunya," kata Kades Nyamuk Sudarto. 

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, saat ditanya terkait hal itu mengaku belum mengetahuinya. Namun demikian, ia berjanji segera menuntaskannya."Kami belum menerima. Laporan terkait masalah itu. Tapi pemkab tetap akan melakukan penyikapan. Jika dipersulit kan kasihan warga juga," ucapnya.Ia mengatakan, Pemkab Jepara sebentar lagi akan mengadakan kapal khusus pengangkut BBM pada warga kepulauan. Namun untuk kapal penumpang pihaknya mengakui memang belum ada."Untuk itu, kami minta bantuan ke gubernur bagi warga Pulau Karimunjawa. Sebab dulu untuk fasilitas kapal penumpang pernah dijanjikan pada masa pemerintahan provinsi ketika dipimpin Bibit Waluyo. Namun karena ia tidak menjabat lagi, hingga sekarang belum ada realisasi," tambahnya. Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler