Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepada MuriaNewsCom, ia menuturkan rasa syukurnya dapat mengikuti program tersebut. Namun demikian, ia merasa seluruh titel yang kini didapatnya merupakan karunia dari Tuhan.

"Alhamdulillah, semua itu berasal dari Qadarullah (ketentuan Tuhan), itu juga yang menjadi resep keberhasilan saya," ucapnya, Senin (5/6/2017).

Ia menuturkan, menempuh strata 3 di IPB tanpa melalui jenjang S2 terlebih dahulu. Dia direkomendasikan oleh dosennya mengikuti Program Doktor Sarjana Unggulan atau PSDU. Ia menjalani S1 selama empat tahun dan langsung mengenyam studi S3 di almamaternya.

Menjalani studi S3 ia ternyata harus membuat publikasi internasional. Hal itu mengantarnya mengenyam riset di sebuah universitas di Jepang yakni Shizuoka University.

Dari situ pintu-pintu kesempatan pun terbuka. Ia lantas diundang oleh lembaga internasional untuk mengikuti penghargaan bertajuk Schweighofer Prize 2017, mewakili Shizuoka University. ia dipilih oleh Profesor Suzuki Shigehiko Wakil Rektor universitas tersebut.
Ajang itu adalah sebuah penghargaan kehutanan tingkat Eropa, untuk penemuan inovatif di industri kehutanan. Ia mewakili Asia, dari 36 universitas yang ada di dunia.Ia diundang oleh Schweighofer Foundation atas penelitiannya bertajuk Superhydrophobic surface of impregnated tropical fast growing tree woods is obtained by means of modifying nano hybrid matrices wit perfluorooctanesulfonyl flouride (PFSOF). Besides a lotus effect, wood stability and bio-preservative properties can be achieved with the inclusion of nanohybrid chitosan and cellulose crystals."Riset kayu superhidrofobik atau ultrahidrofobik adalah ide gila yang diajukan dalam nominasi tersebut. Kayu ini tidak tembus air seperti daun talas (lotus effect). Selain itu, kayu ini anti bakteria, jamur, dan rayap dengan modifikasi bahan," jelas Achmad.Untuk dapat mendukungnya, cukup klik pada tautan berikut https://www.schweighofer-prize.org/student_award/ dan ikuti langkah selanjutnya. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 20 Juni 2017 mendatang. Dilansir dari situs sumberdaya.ristekditi.go.id, hadiah yang akan diberikan pada pemenang progam ini mencapai Rp 74,4 juta.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler