Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu diungkapkan Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari, saat diskusi manajemen dan suporter Laskar Kalinyamat, Senin (5/6/2017) petang. Di penghujung acara, ia membacakan draft ikrar damai antarsuporter dan manajemen. Ia lantas menyerahkan rumusan tersebut kepada perwakilan pendukung untuk dipelajari. 

Secara singkat, draft tersebut berisi tentang kesepakatan antar manajemen dan suporter, agar menjaga suasana kondusif, di saat dan sesudah Persijap bermain di kandang. 

"Tanpa ini (kesepakatan ikrar damai) izin keamanan sulit didapatkan setelah apa yang terjadi kemarin. Pada saat ini kita harus jadi suporter dewasa, untuk ambil langkah strategis supaya hubungan dengan pihak keamanan baik. Karena sangat sedih bagi saya untuk tidak dapat mengadakan pertandingan di Jepara lagi, karena ini adalah akarnya Jepara. Dulu saya janji tak akan bawa Persijap keluar Jepara," ujarnya. 

Ia meminta kepada perwakilan suporter yang hadir saat itu untuk mendiskusikan draft tersebut. Setelahnya, Esti meminta agar kesepakatan tersebut disetujui pendukung. Dengan itu ia berharap, suporter dan manajemen tercipta visi untuk menjaga kedamaian pada saat dan sesudah pertandingan Persijap digelar di SGBK. 

Esti mengatakan, saat ini telah mendapatkan tawaran dari berbagai klub untuk mengadakan beberapa pertandingan uji coba. Namun hingga saat ini dirinya belum mengiyakan. Termasuk tawaran dari Timnas U19.

"Pertemuan ini (buka bersama dan diskusi) juga penting karena saya bisa bertatap muka dengan mereka. Namun demikian ini bukan hal pertama. Kemungkinan kalau ini (izin tak diberikan) akan melakukan pertandingan away tandang, tapi saat ini sedang mencari yang dekat, karena kalau puasa kan transportasinya agak sulit. Namun kita masih berusaha agar setidaknya ada satu pertandingan home di bulan Ramadan, karena banyak yang meminta tapi bergantung perizinan," imbuhnya. Sementara itu, Fernando Sales mengaku saat ini tengah mencari strategi yang pas untuk timnya. Dikatakannya, pada saat laga-laga awal Liga 2 strateginya berjalan."Kita menerapkan banyak strategi (pada saat latihan). Strategi yang saya terapkan berjalan baik saat melawan PSGC dan Persibas. Namun karena beberapa pemain cidera, performa mereka menurun jadi saya pikir untuk menata garis pertahanan. Saya suka bermain menggunakan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 karena kita bisa memainkan pola menyerang, namun kadang kita tak bisa menerapkannya," katanya. Di samping itu, beberapa hal yang masih perlu dibenahi olehnya adalah faktor konsentrasi dan kurangnya penyerang yang haus gol. Terkait Playmaker Fernando berkata masih memiliki Gipsy dan Adit. Hanya saja Gipsy sempat mengalami infeksi gigi, hingga permainannya menurun. "Kita pernah melakukan pertandingan tertutup dengan tim lokal, dan tim berhasil membuat skor. Kita juga masih memiliki pertandingan kandang namun hal itu menunggu dari perizinan. Dan tentu saja kami memerlukan banyak pertandingan uji coba," tutup Pelatih asal Brazil tersebut.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler