Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Carang madu sendiri adalah penganan ringan yang terbuat dari tepung ketan, tepung tapioka, santan dan garam. Rasanya hampir seperti kerupuk, namun ada citarasa manis, sebab pada pemprosesan akhir diolesi gula karamel cair.  

Seorang perajin Carang Madu Ripah mengatakan, dirinya telah menyediakan 3000 pak untuk beberapa langganannya yang ada di Demak, Kudus maupun Bandengan-Jepara. Jumlah itu di luar pesanan konsumen pribadi yang mencapai 500 pak. 

"Untuk di Pasar Kudus sebanyak 1.000 pak, Demak dan Bandengan juga jumlahnya segitu," ujar warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit itu. 

Ia mengungkapkan, bila Ramadan, ia memang sengaja menyetok persediaan carang madu. Namun bila hari biasa, permintaan akan produk tersebut biasanya langsung habis disetor pada waktu yang sama. "Kalau hari biasa, begitu produksi setor. Lain lagi kalau menjelang Lebaran seperti ini memang biasanya pedagang mengambilnya menjelang hari raya, jadi di stok terlebih dahulu," katanya. Dengan jumlah pesanan sebanyak itu, Ripah mengaku mengerjakannya bersama 18 orang pekerja. Adapun untuk setiap pak, ia jual dengan harga Rp 5.500.  Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler